BOLAHIT – Tahun 2026 dibuka dengan kabar kurang menyenangkan bagi Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu dipastikan harus tampil tanpa Kylian Mbappe di beberapa laga awal tahun setelah sang penyerang mengalami cedera lutut. Absennya Kylian Mbappe menjadi pukulan besar, mengingat perannya yang sangat sentral dalam skema permainan Madrid sepanjang musim.
Cedera ini datang di momen yang tidak tepat. Jadwal padat menanti Los Blancos, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Kehilangan pemain kunci seperti Mbappe jelas memaksa tim untuk beradaptasi dengan cepat.
Kronologi Cedera Kylian Mbappe
Cedera lutut yang dialami Kylian Mbappe terjadi pada pertandingan terakhir Real Madrid di akhir Desember 2025. Dalam laga tersebut, Mbappe terlibat duel keras di area tengah lapangan dan mendarat dengan posisi kaki yang kurang sempurna. Ia sempat mencoba melanjutkan permainan, namun akhirnya harus ditarik keluar setelah merasakan nyeri.
Pemeriksaan medis lanjutan menunjukkan adanya cedera pada bagian lutut yang membutuhkan waktu pemulihan. Meski tidak tergolong cedera jangka panjang, tim medis klub menilai Kylian Mbappe harus beristirahat agar kondisinya benar-benar pulih dan tidak berisiko kambuh.
Dampak Besar di Lini Serang
Absennya Kylian Mbappe memberi dampak langsung pada lini depan Real Madrid. Sejak kedatangannya, ia menjadi pembeda dalam banyak pertandingan. Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta insting golnya membuat Madrid memiliki dimensi serangan yang sulit ditebak lawan.
Tanpa Kylian Mbappe, Real Madrid kehilangan pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam satu momen. Beban mencetak gol kini akan lebih terbagi kepada pemain lain, sementara kreativitas serangan harus dibangun dengan cara berbeda.
Opsi Taktik Tanpa Kylian Mbappe
Pelatih Real Madrid diprediksi akan melakukan beberapa penyesuaian. Salah satu opsi adalah memaksimalkan penyerang yang ada dengan peran lebih fleksibel, atau mengubah formasi agar permainan tetap seimbang. Skema permainan berbasis penguasaan bola dan serangan kolektif bisa menjadi solusi sementara.
Selain itu, rotasi pemain hampir pasti meningkat. Pemain muda dan pelapis akan mendapat kesempatan lebih besar untuk membuktikan diri, terutama di laga-laga awal Januari yang menentukan ritme tim sepanjang tahun.
Fokus Pemulihan dan Sikap Klub
Di sisi lain, Kylian Mbappe kini fokus sepenuhnya pada proses pemulihan. Real Madrid memilih pendekatan hati-hati dan tidak ingin terburu-buru memainkannya kembali. Klub sadar bahwa musim masih panjang, dan kondisi Mbappe yang tidak 100 persen justru bisa merugikan tim dalam jangka panjang.
Pihak klub juga terus memantau perkembangan cedera sang pemain dari hari ke hari. Target utama adalah memastikan Mbappe kembali dalam kondisi terbaik, baik secara fisik maupun mental.
Ujian Awal Tahun Bagi Los Blancos
Awal tahun 2026 menjadi ujian nyata bagi Real Madrid. Tanpa Mbappe, tim dituntut menunjukkan kedalaman skuad dan kematangan taktik. Jika mampu melewati periode ini dengan hasil positif, Madrid akan berada dalam posisi kuat saat Kylian Mbappe kembali merumput.
Bagi para penggemar, absennya Mbappe tentu mengecewakan. Namun, situasi ini juga membuka peluang untuk melihat sisi lain dari Real Madrid: tim yang mampu bertahan dan tetap kompetitif meski kehilangan bintang utamanya.
Baca Juga : Napoli Putuskan Permanenkan Jasa Rasmus Højlund
